umroh.com

Beginilah Hukum Kepemilikan Tanah Menurut Sudut Pandang Islam (Part 1)

Redaksi Umroh.com2 menit baca

tanah

– Pengantar

Hukum pertanahan dalam Islam dapat didefinisikan sebagai hukum-hukum Islam mengenai tanah dalam kaitannya dengan hak kepemilikan (milkiyah), pengelolaan (tasharruf), dan pendistribusian (tauzi’) tanah. (Mahasari, Pertanahan dalam Hukum Islam, hal. 39).

Dalam studi hukum Islam, hukum pertanahan dikenal dengan istilah Ahkam Al-Aradhi. (Al-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, hal. 128). Pada umumnya para fuqaha (ahli hukum Islam) membahas hukum pertanahan ini dalam studi mereka mengenai pengelolaan harta benda (al-amwal) oleh negara. Para fuqaha itu misalnya Imam Abu Yusuf (w. 193 H) dengan kitabnya Al-Kharaj, Imam Yahya bin Adam (w. 203 H) dengan kitabnya Al-Kharaj, dan Imam Abu Ubaid (w. 224 H) dengan kitabnya Al-Amwal. Sebagian ulama seperti Imam Al-Mawardi (w. 450 H) membahas pertanahan dalam kitabnya Al-Ahkam Al-Sulthaniyah yang membahas hukum tata negara menurut Islam. Demikian pula Imam Abu Ya’la (w. 457 H) dalam kitabnya Al-Ahkam Al-Sulthaniyah.

Pada masa modern yang terjadi pada saat ini pun, tak sedikit juga para ulama yang telah membahas hokum-hukum seputar pertanahan dalam perpektif menurut sudut pandang dan kacamata Islam. Misalnya saja seperti yang diutarakan oleh Abdul Qadim Zalum (w. 2003) dalam kitabnya Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, Athif Abu Zaid Sulaiman Ali dalam kitabnya Ihya` Al-Aradhi al-Mawat fi al-Islam (1416 H), dan Amin Syauman dalam kitabnya Bahtsun fi Aqsam Al-Aradhiin fi Asy-Syariah Al-Islamiyah wa Ahkamuhaa (t.t.).

Tulisan ini akan menjelaskan secara ringkas hukum pertanahan dalam Syariah Islam, khususnya yang terkait dengan kepemilikan, pemanfaatan, dan pendistribusian tanah.

– Filosofi Kepemilikan Tanah

Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang ada di langit dan bumi –termasuk tanah– hakikatnya adalah milik Allah SWT semata. Firman Allah SWT (artinya),”Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).” (QS An-Nuur [24] : 42). Allah SWT juga berfirman (artinya),”Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Hadid [57] : 2).

Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa pemilik hakiki dari segala sesuatu (termasuk tanah) adalah Allah SWT semata. (Yasin Ghadiy, Al-Amwal wa Al-Amlak al-‘Ammah fil Islam, hal. 19).

Kemudian, Allah SWT sebagai pemilik hakiki, memberikan kuasa (istikhlaf) kepada manusia untuk mengelola milik Allah ini sesuai dengan hukum-hukum-Nya. Firman Allah SWT (artinya),”Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” (QS Al-Hadid [57] : 7). Menafsirkan ayat ini, Imam Al-Qurthubi berkata, “Ayat ini adalah dalil bahwa asal usul kepemilikan (ashlul milki) adalah milik Allah SWT, dan bahwa manusia tak mempunyai hak kecuali memanfaatkan (tasharruf) dengan cara yang diridhai oleh Allah SWT.” (Tafsir Al-Qurthubi, Juz I hal. 130).

(bersambung ke part 2)

News

Pernah Jadi Korban Penipuan Umroh? Ini Solusinya!

Jika Anda adalah salah satu dari korban penipuan First Travel ataupun Abu Tours yang gagal berangkat umroh, silahkan isi form yang telah tersedia di link ini: Umroh.com Event Masih teringat kasus besar tentang penipuan umroh yang dilakukan oleh First Travel dan Abu Tours? Dimana First Travel…

Fitria Ningsih

News

Cegah Virus Corona dan SARS dengan Hidup Sehat ala Rasul!

Umroh.com – Virus Corona dan SARS merupakan sebuah sumber penyakit yang sama – sama menyerang sistem pernapasan. Sama sepeti yang terjadi sekarang yang bermula di kota Wuhan, Cina dimana sudah menyerang banyak makhluk hidup, khususnya manusia. Tercatat lebih dari 2500 kasus yang sudah yang terjadi…

Kurniadi Prasetia

News

Baca Doa Terhindar Penyakit Virus Corona di Sini!

Umroh.com – Virus corona adalah sebuah wabah virus baru yang disebabkan oleh burung dan mamalia. Virus Corona menyebabkan penyakit yang mematikan pada manusia, biasanya menyerang bagian pernapasan. Virus ini memiliki struktur membran, glikoprotein yang menyerupai paku, selubung lipid bilayer, dan…

Kurniadi Prasetia